Hari ini semua orang begitu mendukung dan menguntungkan. Termasuk Koko yang tadi mencoba mengelabui atau kegiatan mendorong mio yang stak karena tangki yang melompong. Tapi untungnya bertemu orang-orang kaya hati meski sekilas tampak tidak kaya harta. Tiga orang sedehana yang dekil tapi berwajah cerah -itu sih yang saya tangkap ketika mereka membantu-.
Seorang petugas kuning yang penuh keringat kemudian menegur gadis sok kota yang tidak pernah mendorong motor dengan alasan habis bensin pula. Itu saya sendiri. Tapi sejujurnya, saya tidak malu. Malah bangga karena pernah merasakan mendorong motor mogok yang habis bensin meski alasan utamanya bukan karena kantong bolong. Saya yakin tidak semua gadis, terlebih di kampus, pernah diklakson rentetan panjang mobil ditengah traffic light yang sudah hijau.



